Santri Experience Camp 2026 Resmi Ditutup, Peserta Dapat Jalur Undangan dan Beasiswa Pendaftaran

Santri Experience Camp 2026 Resmi Ditutup, Peserta Dapat Jalur Undangan dan Beasiswa Pendaftaran

Darul Mahfudz Lekopadis — Kegiatan Santri Experience Camp 2026 resmi ditutup pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ditutup oleh Dr. Kyai Muhammad Syahran, M.Hum di hadapan seluruh peserta setelah rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari.

Dalam sambutannya, Kyai Muhammad Syahran menyampaikan pesan dari Direktur PPM Darul Mahfudz, Dr. H. Muhammad Dinar Faisal, M.Si. Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta Santri Experience Camp 2026 akan mendapatkan jalur undangan untuk melanjutkan pendidikan di PPM Darul Mahfudz, dengan fasilitas bebas tes seleksi serta beasiswa pendaftaran.

Namun demikian, pihak pesantren belum menyampaikan secara rinci mengenai besaran beasiswa yang akan diberikan kepada para peserta.

Pada kesempatan tersebut, Kyai Muhammad Syahran juga memberikan penguatan terhadap antusiasme para peserta yang selama tiga hari telah merasakan langsung kehidupan sebagai santri. Menurutnya, pengalaman singkat tersebut diharapkan dapat membuka wawasan para peserta tentang keutamaan menuntut ilmu di pesantren.

Dalam penyampaiannya, ia juga mengisahkan perjalanan awal menuntut ilmu dari ulama besar, Imam Al-Ghazali. Diceritakan bahwa pada masa kecilnya, Imam Al-Ghazali berasal dari keluarga sederhana. Setelah ayahnya wafat, ia bersama saudaranya kemudian dititipkan kepada seorang guru agar bisa memperoleh pendidikan. Pada masa awal berada di tempat belajar, ia menjalani kehidupan sebagai penuntut ilmu dengan kondisi yang sangat sederhana.

Pada mulanya, Imam Al-Ghazali mengikuti pendidikan tersebut bukan karena dorongan kuat untuk menjadi ulama, melainkan karena di tempat itu ia bisa mendapatkan makan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun seiring waktu, suasana belajar, bimbingan para guru, serta lingkungan pendidikan yang baik perlahan mengubah cara pandangnya. Niat yang awalnya hanya untuk mendapatkan “sesuap nasi” berubah menjadi kesungguhan untuk benar-benar menuntut ilmu.

Sejak saat itu, Imam Al-Ghazali semakin tekun belajar hingga akhirnya menjadi salah satu ulama besar dalam sejarah Islam. Kisah ini disampaikan sebagai pengingat bahwa lingkungan yang baik dapat mengubah niat seseorang menjadi lebih mulia, terutama ketika berada dalam lingkungan pendidikan seperti pesantren.

Acara penutupan Santri Experience Camp 2026 turut dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah Pesantren Darul Mahfudz, Kepala MTs Darul Mahfudz Santrina Yambas, S.Pd., Gr, Kepala MA Darul Mahfudz Muhammad Yusuf, S.S., Gr, serta Sekretaris Yayasan Haji Paisal Sahara Andi Kurnia Muin, M.Pd. Hadir pula para guru pendamping dari setiap sekolah peserta serta para orang tua yang turut menyaksikan kegiatan penutupan tersebut.

Pada kegiatan penutupan, panitia juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada para peserta, di antaranya sertifikat keikutsertaan bagi seluruh peserta, sertifikat serta hadiah bagi peserta terbaik. Peserta terbaik tahun ini diraih oleh Muh. Abu Bakar Sholeh dari SDN 016 Tandung , Muhammad Rizqullah Al Fatih dari SDN 001 Petoosang, Riyan Anugrah dari MI DDI Palece dan Nurmalina dari SDN 001 Petoosang.
Selain itu, sertifikat penghargaan juga diberikan kepada sekolah-sekolah yang telah mengutus siswanya untuk mengikuti kegiatan Santri Experience Camp 2026. Sekolah tersebut adalah

  1. SD AISYIYAH WONOMULYO
  2. MI DDI LIMBORO
  3. SD NEGERI 001 PETOOSANG
  4. SDN 037 LEKOPADIS
  5. MI DDI PALECE
  6. SD NEGERI 016 TANDUNG

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pengalaman serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama tiga hari berada di lingkungan pesantren, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. (akm)