Hari Santri Nasional 2026 Sulawesi Barat Digelar Tanpa Kertas, Pendaftaran hingga Sertifikat Serba Digital

Lekopadis – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis, 18–22 Oktober 2026, dilaksanakan dengan konsep tanpa kertas. Pendaftaran, kartu peserta, absensi, kuis, rekap nilai, hingga sertifikat dikelola lewat satu aplikasi daring.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis) Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Dr. H. Muhammad Dinar Faisal, yang juga Ketua Panitia, menjelaskan bahwa digitalisasi ini dibuat untuk efisiensi dan agar keberhasilan kegiatan dapat diukur. Ia bersama panitia merancang rangkaian kegiatan tahun ini, termasuk penerapan layanan digital tersebut. Aplikasi ini dikembangkan oleh salah satu guru di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz, Andi Kurnia Muin, M.Pd.

Seluruh layanan lewat satu aplikasi

Peserta cukup membuka https://harisantrinasional2026.netlify.app/  melalui ponsel. Layanan yang tersedia:

  • Pendaftaran daring. Peserta mendaftar sebagai peserta Kemah Santri, Bina Pendamping, Expo Santri, atau peserta dan mushahhih Bahts al-Masa’il. Dokumen persyaratan cukup dikirim lewat tautan Google Drive, tanpa berkas cetak.
  • Kartu peserta digital. Setiap peserta memiliki kartu berkode QR yang bisa diunduh sebagai gambar atau PDF dan ditunjukkan dari layar ponsel.
  • Absensi dengan pindai QR. Panitia mencatat kehadiran dengan memindai QR di kartu peserta, tanpa daftar hadir kertas. Jika terjadi salah pindai, panitia dapat membatalkannya langsung di aplikasi.
  • Kuis dan nilai daring. Kuis refleksi harian untuk peserta kemah santri dan kuis Bahts al-Masa’il diisi lewat aplikasi, lalu nilai dihitung otomatis.
  • Catatan Expo Santri. Peserta Expo mencatat penjualan, pengeluaran, dan untung-rugi harian di aplikasi. Rekapnya bisa diunduh dalam format Excel.
  • Sertifikat digital. Setelah kegiatan, peserta dan panitia mengajukan sertifikat melalui aplikasi. Setelah disetujui (jika memenuhi persyaratan), sertifikat diunduh sendiri dalam format PNG atau PDF.

Dengan cara ini, panitia dapat memantau data pendaftar, kehadiran, dan rekap secara langsung. Data tersebut menjadi dasar mengukur keberhasilan kegiatan dan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. (akm)

Buka aplikasi di sini!