Upacara Hari Sumpah Pemuda, Wujud Komitmen Pesantren Menanamkan Nilai Kebangsaan

Upacara Hari Sumpah Pemuda, Wujud Komitmen Pesantren Menanamkan Nilai Kebangsaan

Darul Mahfudz, 28 Oktober 2026 – MTs Darul Mahfudz menyelenggarakan upacara bendera untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) pukul 07.30 WITA di Lapangan Upacara Darul Mahfudz. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pendidik, staf, serta seluruh santri dan santriwati sebagai upaya menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Meski sempat menghadapi beberapa kendala teknis, upacara tetap berjalan tertib, khidmat, dan penuh semangat.

Upacara ini merupakan program kerja OSIM MTs Darul Mahfudz Divisi Bakat dan Minat di bawah bimbingan Gr. Fathiya, S.Pd. Seluruh petugas upacara berasal dari pengurus OSIM, termasuk sembilan orang pengibar bendera yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tampil membanggakan. Suasana nasionalisme kian terasa karena para petugas mengenakan busana adat Nusantara, dan para tenaga pendidik pun turut berbusana bernuansa adat. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala MTs Darul Mahfudz, Hj. Andi Kurnia Muin, S.Pd.I., M.Pd.

  

Dalam amanatnya, Hj. Andi Kurnia Muin mengajak para santri dan santriwati berinteraksi langsung melalui sejumlah pertanyaan. Para peserta menyambutnya dengan antusias dan kompak menjawab, sehingga suasana upacara terasa lebih hidup tanpa mengurangi kekhidmatan.

Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan. Menurutnya, perjuangan generasi muda saat ini berbeda dari perjuangan para pendahulu yang mengangkat senjata demi kemerdekaan.

“Para pejuang terdahulu mengangkat senjata untuk kemerdekaan. Kali ini, anak-anakku wajib melanjutkan perjuangan itu dengan belajar bersungguh-sungguh, terutama kalian sebagai santri yang suatu saat diharapkan menjadi roda terdepan,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati melalui upacara, tetapi harus diwujudkan dalam sikap disiplin, kesungguhan belajar, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Seusai upacara dan peserta dibubarkan, kegiatan dilanjutkan dengan pembiasaan bersalam-salaman antara santri, santriwati, dan tenaga pendidik. Tradisi ini menjadi bentuk penanaman nilai kesantunan, penghormatan kepada guru, serta penguatan hubungan kekeluargaan di lingkungan madrasah.

Melalui peringatan ini, seluruh santri dan santriwati MTs Darul Mahfudz diharapkan semakin memahami makna persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, dan tumbuh menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan perjuangan bangsa.

Reporter : Santrina Yambas, S,Pd., Gr