
Lekopadis, 18 Desember 2024 – Salah satu sesi yang menarik perhatian dalam rangkaian kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU/IPPNU Komisariat PPM Darul Mahfudz adalah materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Pembina IPPNU, Andi Kurnia Muin, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema tentang karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW dan relevansinya bagi pengurus IPNU/IPPNU.
Andi Kurnia Muin menjelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah contoh pemimpin sejati dengan karakteristik kepemimpinan yang luar biasa. “Rasulullah adalah pemimpin yang amanah, adil, penuh kasih sayang, dan mampu memotivasi umatnya untuk menjadi lebih baik. Gaya kepemimpinan beliau sangat relevan untuk diaplikasikan dalam organisasi seperti IPNU dan IPPNU,” jelasnya.
Beliau menyoroti lima karakteristik utama kepemimpinan Rasulullah:
- Sidiq (Jujur): Seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tinggi dan selalu berkata serta bertindak sesuai dengan kebenaran.
- Amanah (Dapat Dipercaya): Kepemimpinan yang baik dibangun atas kepercayaan. Rasulullah selalu menjaga tanggung jawab yang diberikan kepadanya dengan baik.
- Tabligh (Komunikatif): Pemimpin yang efektif mampu menyampaikan pesan dengan jelas dan penuh hikmah, seperti Rasulullah yang dikenal pandai berkomunikasi kepada semua kalangan.
- Fathanah (Cerdas): Pemimpin harus memiliki kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual untuk mengambil keputusan terbaik.
- Kesabaran dan Ketegasan: Rasulullah adalah pemimpin yang sabar menghadapi tantangan, namun tegas dalam prinsip.
Dalam sesi ini, Andi Kurnia Muin juga memberikan panduan tentang bagaimana peserta Makesta, yang nantinya akan menjadi bagian dari kepengurusan IPNU/IPPNU, dapat mengimplementasikan gaya kepemimpinan Rasulullah. “Untuk menjadi pemimpin seperti Rasulullah, kita harus memulai dari diri sendiri dengan membangun akhlak yang baik, bekerja sama dengan tim, dan selalu fokus pada tujuan organisasi,” ujarnya.
Sesi tersebut turut didampingi oleh Darmila Awalyah DR, S.Pd, salah satu pembina putri yang aktif dalam memotivasi peserta. Dengan penuh semangat, Darmila mengajak para pengurus IPNU dan IPPNU untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam menjalankan peran mereka di organisasi. “Kepercayaan diri adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Sebagai kader muda NU, kalian harus berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Beliau juga memberikan dorongan khusus kepada para peserta perempuan agar tidak ragu berperan aktif dalam organisasi. “Perempuan punya kekuatan besar dalam membawa perubahan, dan kalian semua adalah bagian penting dari gerakan ini,” tambahnya.
Makesta ini tidak hanya menjadi ajang kaderisasi, tetapi juga wadah pembelajaran mendalam bagi santri untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus memperkuat kepercayaan diri sebagai pemimpin muda NU. (akm)
