Memperkuat Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Oleh : Darmila Awalyah Dr, S.Pd

Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah yang seolah-olah kita selalu ingin terus berada di bulan ramadhan, rasanya tak rela jika berpisah dengan bulan yang penuh dengan keberkahan ini bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, adalah waktu yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Dalam bulan suci ini, setiap kita sebagai ummat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam yang kelima. Namun, di antara semua hari yang diberkahi dalam Ramadhan, pada 10 malam terakhir kita dianjurkan untuk memperkuat ibadah kita, dalam artian kita lebih giat dalam beribadah kepada Allah SWT, karena kita akan rugi jika kita menyia-nyiakan hari-hari, atau malam-malam yang penuh berkah dengan kegiatan yang sia-sia. Ruginya kita tidak main-main bahakan kerugian yang kita peroleh sama dengan kita menyia-nyiakan waktu kita selama 1000 bulan atau sama dengan kurang lebih 83 tahun.
Mengapa demikian? Karena dalam 10 malam terakhir Ramadhan, terdapat satu malam yang disebut “Lailatul Qadr” atau “Malam Kebesaran”. Kehadiran Lailatul Qadr dalam Ramadhan menunjukkan kemurahan Allah SWT kepada hamba-Nya. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr ayat 1-3:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ* وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْ قَدْرِۗ* لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ*
” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada lailatulqadar. Dan tahukah kamu apakah malam lailatulqadar itu? Malam lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan.”
Malam-malam terakhir Ramadhan, khususnya Lailatul Qadar, memberikan peluang luar biasa bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah mereka dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaiman hadist yang diriwayatkan oleh A’isya:
كَانَ رَسُولُ اللهِ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَيْ: الْعَشْرُ الأخِيرُ مِنْ رَمَض َانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.
“Adalah Rasulullah jika telah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan mengencangkan ikat pingganganya, menghidupkan malam terakhirnya, dan membangunkan keluarganya” (Muttafakun alaih).
Lalu hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan dalam memperkuat ibadah kita? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk memperkuat ibadah kita di 10 malam terakhir Ramadhan:
1. Mendalami Al-Qur’an :
Membaca, memahami, dan memikirkan Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di malam-malam terakhir Ramadhan. Maka, luangkanlah waktu untuk membaca dan memikirkan ayat-ayat suci Allah SWT.
2. Shalat Sunnah dan Shalat Malam :
Menunaikan shalat sunnah dan shalat malam merupakan cara yang sangat efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di 10 malam terakhir Ramadhan. Shalat malam adalah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
3. Bershalawat kepada baginda Nabiyullah Muhammad saw
Memperbanyak shalawat kepada baginda nabiyullah, agar kita bisa mendapatkan syafa’at dari beliau dihari kelak nanti. Memperbanyat menyebut nama beliau agar kita semakin dekat dengan beliau dan diingat oleh-Nya.
4. Bersedekah:
Membantu sesama, terutama di bulan Ramadhan, merupakan amalan yang sangat mulia di mata Allah SWT. Berikanlah sedekah dengan ikhlas kepada yang membutuhkan, sehingga kita dapat mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari-Nya.
Dengan memperkuat ibadah kita di 10 malam terakhir Ramadhan, kita dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang taat dan berkahi di bulan Ramadhan ini. Amin.
“Ada malam yang dipenuhi berkah, menunggu kita di setiap waktunya. Marilah bersama-sama mengangkat harapan kita ke langit. Di dalam gelapnya malam, doa-doa kita menyentuh langit-langit, membawa sinar harapan kepada hati yang rindu. Di setiap sujud, tersembunyi keajaiban yang menantikan kedatangan kita. Ayo kita hidupkan 10 malam terakhir kita menuju hari raya ini.”
Referensi :
An-nawawi, Yahya bin syarif, رياض الصالحين (Al-Haramain, 2012)
