Peran Zakat Dalam Membangun Kesalehan Sosial
Oleh : Rustam, S.hum

بسم الله الرحمن الرحيم
قد أفلح المؤمنون*١ واللذين هم للزكوة فاعلون*٤
“Sungguh beruntungnya orang-orang yang beriman ( tongang sumaroi ke matappa ) dan orang-orang yang menunaikan zakat ( anna to mappasilennarang/mappasung sakka’na )” QS. Al-Mu’minu>n ayat 1&4
Kita telah berada di penghujung Ramadhan, di antara kegiatan yang menjadi kebiasan seluruh umat muslim adalah mempersiapkan diri dalam menyambut hari raya, pakaian baru, aneka kue, camilan dan minuman mulai diserbu pembeli, namun kemeriahan itu jangan sampai membuat kita lalai dalam menunaikan salah satu kewajiban kita yaitu mengeluarkan zakat fitrah.
Ada tiga kriteria orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah menurut kitab Fath Al-Qari>b;
- Islam.
- Mendapati terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan.
- Memiliki simpanan atau kelebihan dari makanan pokoknya.
Syekh Usman bin Husain bin Ahmad dalam kitabnya Durratun Nasihi>n pada bab penjelasan tentang idul fitri beliau menuliskan sebuah hadis dari Anas bin Malik;
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diperbaiki ادى صدقة الفطر جعل الله له جناحين أخضرين يطير بهما إلى السماء السابعة، ثم يأمر الله تعا Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Menghindari Masalah yang Tidak Dapat Dihindarkan?
Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala puasanya tiap hamba itu tergantung antara langit dan bumi, sampai Ia menunaikan zakat fitrah, manakala zakat sudah tertunaikan maka Allah SWT memberikan dua sayap berwarna hijau yang kemudian digunakan untuk terbang ke langit ke tujuh dan tiba di sana Allah SWT memerintah agar Ia dimasukkan ke dalam salah satu lentera di arasy sampai pemiliknya tiba.”
Mungkin akan timbul pertanyaan, kenapa zakat sampai sepenting itu? Bahkan menjadi penentu sampai tidaknya pahala puasa seseorang. Sebagai jawaban kembali kita mengingat ibadah puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan. Apakah rasa lapar dan rasa haus nyaman kita rasakan? Apakah rasa lapar dan haus membuat kita bersemangat dalam melakukan kegiatan? Apakah rasa lapar dan haus mendatangkan tenaga kita untuk bekerja? Jawabannya tentu saja tidak! Dengan memahami bahwa begitu tidak enaknya harus bertahan hidup dalam kondisi lapar dan haus maka sudah sewajarnya kita menyisihkan sebagian makanan untuk dikeluarkan melalui zakat fitrah dan sebagai bentuk kepedulian kita pada sesama.

Sangat ironis kita yang sudah memahami pedihnya rasa lapar dan dahaga sepanjang hari, namun tidak memiliki kesadaran akan kondisi sosial dan keadaan masyarakat di sekitar kita, mereka yang tidak sadar akan kondisi masyarakat di sekitar dikhawatirkan ibadah yang ia jalankan selama sebulan adalah ibadah yang sia- sia , karena salah satu misi ramadhan datang adalah membangun kesalehan sosial yaitu (kepedulian terhadap keadaan orang lain) bukan hanya terus menerus membangun kesalehan individu olehnya itu jangan dilupakan bahwa kita juga diperintahkan untuk membangun kesalehan sosial.
Mengapa kesalehan sosial itu penting? Agar tidak terjadi sesuatu yang sangat miris, yang mana kita bermewah-mewahan di hari raya semua jenis makanan tersajikan, semua jenis minuman terhidangkan, berbagai jenis pakaian mahal dipamerkan, tapi ironisnya tetangga di sebelah rumah kita jangankan baju baru, makan saja untung kalau ada, Hal inilah yang menuntut kebangkitan kesalehan sosial diantara kita, dengan datangnya bulan Ramadhan diharapkan semakin melunakkan hati kita untuk peduli terhadap keadaan orang lain di sekitar kita.
Semoga dipenghujung Ramadhan ini Allah senantiasa menganugerahkan keistiqomahan kita dalam melakukan ibadah, baik itu ibadah individu ( hablun minallah ) maupun ibadah sosial ( hablun minannas ) agar cita-cita menjadi insan yang bertaqwa benar-benar terwujud dalam diri kita.
Panduan Pengguna
والله الموفق إلى أقوام الطريق
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan
Rustam, S.Hum
Karossa, 21 Ramadhan 1 4 45
