Darul Mahfudz, 2 April — Pondok Pesantren Darul Mahfudz menjadi pusat berbagai kegiatan kepemudaan Balanipa yang berlangsung pada Kamis (2/4). Sejumlah agenda mulai dari kegiatan kepramukaan, sosialisasi kebangsaan, hingga dialog pemuda digelar dalam satu rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan pemuda dari lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Haji Paisal Sahara.
Kegiatan diawali pada pukul 14.00 WITA dengan pembukaan Kemah Pemuda Balanipa I di lingkungan Darul Mahfudz. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur PPM Darul Mahfudz, Kepala MA Darul Mahfudz, serta panitia Kongres Balanipa. Pembukaan kemah secara resmi dilakukan oleh Ir. M. Farid wahid, M.Si, caretaker kwartir cabang gerakan pramuka Polewali Mandar.
Kemah yang akan berlangsung selama 2–4 April ini menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta penguatan nilai kebersamaan bagi para pemuda dan pelajar peserta kegiatan.
Pada pukul 16.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dibawakan oleh Ajbar S.P, yang merupakan pimpinan Badan Anggaran MPR RI. Sosialisasi ini diikuti oleh para guru dan siswa dari berbagai lembaga pendidikan dalam lingkungan yayasan Haji Paisal Sahara dan pemuda Balanipa.
Dalam pemaparannya, Ajbar menekankan pentingnya generasi muda memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Memasuki waktu Magrib, Ajbar melaksanakan sholat jamaah bersama santri dan para pemuda balanipa, kemudian kembali melanjutkan kegiatan dengan mengisi halaqah kebangsaan di Musholah Darul Mahfudz. Halaqah tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan dihadiri oleh para santri serta pengurus pesantren.
Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sarasehan dan dialog Pemuda Balanipa pada pukul 20.00 WITA. Dalam forum tersebut, Ajbar berdiskusi langsung dengan para pemuda mengenai tantangan generasi muda serta pentingnya peran pemuda dalam menjaga nilai kebangsaan dan membangun masa depan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Darul Mahfudz diharapkan terus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya berilmu dan berkarakter, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. (akm)

