Kemah Santri Resmi Dibuka, Pesantren dan Pramuka Disebut Dua Kekuatan Pendidikan Karakter Bangsa

 

PPM Darul Mahfudz, 19 Oktober 2026 – Kemah Santri Nasional resmi dibuka hari ini, Senin (19/10/2026), di Lapangan Pondok Pesantren Darul Mahfudz Lekopadis Simbang Appe Balanipa. Pembukaan dilakukan oleh Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Polewali Mandar Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual, Arifin Yambas, S.Sos., dan dimulai pukul 16.00 WITA.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis), dengan Kepala Bidang Papkis, Dr. H. Muhammad Dinar Faisal, sebagai penanggung jawab kegiatan.

Ketua Tim Pondok Pesantren dan Ma’had Aly, Andi Syahrul, S.Ag., M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa kemah ini diikuti oleh 177 peserta dari 20 pondok pesantren se-Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu Andi Syahrul juga menyampaikan bahwa pencatatan mulai dari registrasi, presensi peserta, serta penerbitan kartu peserta dan sertifikat dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan oleh salah satu guru dari Pondok Pesantren Darul Mahfudz Lekopadis. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Arifin Yambas menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting bagi pendidikan karakter generasi muda.

“Hari ini kita sedang mempertemukan dua kekuatan besar pendidikan karakter bangsa, yaitu pesantren dan Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pesantren merupakan tempat menempa ilmu, menumbuhkan iman, membangun akhlak, dan membentuk adab. Sementara itu, Gerakan Pramuka merupakan wadah pendidikan nonformal yang mendidik kaum muda agar menjadi manusia yang berkarakter, disiplin, mandiri, terampil, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Arifin menegaskan bahwa pesantren dan pramuka bukanlah dua jalan yang berbeda dalam membangun manusia. Keduanya, kata dia, merupakan dua kekuatan pendidikan yang dapat berjalan beriringan untuk melahirkan generasi Indonesia yang berilmu, beriman, berakhlak, dan berjiwa pengabdian.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, dalam sambutannya berharap para santri dapat menjadi duta ekoteologi. Menurutnya, santri kini menjadi fenomena di setiap saat, karena di setiap lini pemerintahan terdapat santri yang senantiasa berada di garda terdepan.

Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pengurus Kwarcab Polewali Mandar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Laupa, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H. Sahlan, S.Ag., M.Ag., Kepala sub Bagian Tata Usaha Kemenag Polewali Mandar dan Kemenag Majene, kepala seksi Pontren Kemenag Polman serta para kepala satuan kerja se-Kabupaten Polewali Mandar dan Majene.

Kegiatan Kemah Santri ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada 22 Oktober mendatang. (akm)