Santri Experience 2026: Mengenal Kehidupan Pesantren dan Meneguhkan Nilai-Nilai Pendidikan Beradab

 

Santri Experience 2026: Mengenal Kehidupan Pesantren dan Meneguhkan Nilai-Nilai Pendidikan Beradab

Darul Mahfudz — Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis menggelar kegiatan Santri Experience 2026, sebuah program pengenalan kehidupan pesantren yang diikuti oleh para peserta dari berbagai latar belakang sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang kehidupan santri, mulai dari disiplin ibadah, pembelajaran, hingga pembentukan karakter di lingkungan pesantren.

Acara yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz tersebut dibuka secara resmi oleh Andi Kurnia Muin, M.Pd, yang mewakili Direktur PPM Darul Mahfudz. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program Santri Experience merupakan ruang pembelajaran yang memungkinkan generasi muda merasakan secara langsung nilai-nilai pendidikan pesantren.

Menurutnya, menjadi santri bukan sekadar status pendidikan, tetapi juga proses pembentukan karakter, adab, dan kedewasaan spiritual.

“Melalui kegiatan ini, para peserta diajak merasakan bagaimana kehidupan santri yang sarat dengan disiplin, kebersamaan, serta pembinaan akhlak. Pengalaman ini penting agar generasi muda memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat menempa kepribadian,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Andi Kurnia Muin juga menyinggung berbagai isu yang kerap muncul di masyarakat terkait pemberitaan tentang oknum di lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Ia mengajak para peserta dan para pendamping untuk melihat pesantren secara objektif sebagai lembaga pendidikan yang pada dasarnya memiliki misi besar membentuk generasi berakhlak.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya pada persoalan akademik, tetapi juga pada pengaruh pergaulan dan arus informasi di media sosial.

“Anak-anak kita hari ini hidup di tengah dua virus besar: virus pergaulan yang tidak sehat dan virus media sosial yang sering membawa nilai yang tidak sejalan dengan pendidikan karakter. Karena itu, kita semua—orang tua, guru, dan masyarakat—memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka dengan menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, termasuk melalui pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Kyai Syahran, M.Hum menyampaikan tentang keutamaan menjadi santri di era modern. Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, pesantren tetap memiliki relevansi yang kuat sebagai pusat pembinaan akhlak dan spiritualitas.

Menurutnya, santri masa kini tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai adab dan keimanan.

“Menjadi santri di era modern adalah sebuah keistimewaan. Santri tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga belajar hidup: belajar disiplin, belajar menghormati guru, belajar hidup sederhana, dan belajar menjaga hati di tengah dunia yang semakin bising,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pesantren memiliki tradisi panjang dalam membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Kegiatan Santri Experience 2026 dirancang tidak hanya dalam bentuk ceramah, tetapi juga pengalaman langsung mengikuti rutinitas santri, seperti shalat berjamaah, halaqah pembelajaran, kegiatan literasi, serta interaksi dengan para santri yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di pesantren.

Para peserta juga didampingi oleh pembina dan santri senior yang membantu mereka memahami budaya pesantren, mulai dari kedisiplinan waktu, tata krama terhadap guru, hingga kebiasaan belajar bersama.

Melalui kegiatan ini, pihak pesantren berharap para peserta dapat memperoleh gambaran utuh tentang kehidupan santri serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Santri Experience 2026 menjadi salah satu ikhtiar Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz untuk memperkenalkan wajah pesantren yang ramah, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era modern. Dengan kegiatan ini, pesantren berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik merasakan dan mengambil hikmah dari tradisi pendidikan pesantren yang telah terbukti melahirkan banyak tokoh bangsa.

Sebelumnya, Ketua Panitia Dr. Darmila Awaliya, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Santri Experience 2026 diikuti oleh 27 calon santri yang akan mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari di lingkungan Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai pengenalan pesantren, tetapi juga sebagai proses pembinaan karakter bagi para peserta.

“Selama tiga hari ke depan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang menekankan pada penguatan karakter, kedisiplinan, dan toleransi. Kegiatan tersebut diramu dalam bentuk aktivitas yang menyenangkan namun bermakna, seperti kerja kelompok, diskusi, permainan edukatif, serta interaksi langsung dengan para santri,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mengenal pesantren secara fisik, tetapi juga merasakan nilai-nilai kehidupan yang menjadi tradisi dalam pendidikan pesantren.

Kegiatan Santri Experience 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme dari para peserta serta para pendamping yang hadir. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di pesantren.

Acara pembukaan kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. H. Muhammad Syafri Abdullah, M.Ag memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. (akm)